SEHAT SECARA ALAMI

Makanan Pelengkap Alami Untuk Kesehatan

Khasiat Produk Lebah Yang Menyehatkan

Menurut ahli farmakologi Universitas Sumatra Utara Aznan Lelo, produk lebah memang memiliki banyak khasiat positif bagi kesehatan manusia.

Setelah menikah selama empat tahun, Mulyaningsih dan suami masih juga belum dikaruniai anak. Belakangan diketahui dalam rahimnya ada kista sepanjang 9 cm dan rahimnya harus diangkat. Hal itulah yang menyebabkan ia selalu kesakitan saat ’tamu’ bulanannya tiba.

Setelah berkonsultasi kebeberapa dokter Obstetri dan Ginekologi (obsgin), wanita yang berprofesi sebagai apoteker itu akhirnya diberi obat untuk menghentikan masa menstruasinya, yang menurut dokter, bisa memperbesar kistanya.

Suatu saat Cici, begitu dia akrab disapa, mendapatkan saran dari temannya untuk mencoba terapi dengan beberapa produk yang dihasilkan lebah. Setelah sempat ragu, akhirnya ia pun bertekad mencobanya. Walhasil, setelah mencoba selama beberapa bulan, dia dinyatakan positif hamil, bahkan kistanya makin mengecil hingga hanya seukuran 2,5 cm.

Menurut ahli farmakologi Universitas Sumatra Utara. Aznan Lelo, produk lebah memang memiliki banyak khasiat positif bagi kesehatan manusia. Aznan menjelaskan pada dasarnya lebah memiliki beberapa produk antara lain madu (honey), serbuk/roti lebah (bee pollen), lilin/getah lebah (bees wax), susu lebah (royal jelly), lem lebah (propolis), dan bisa lebah (bee venom).

Berbagai produk ini menurut Aznan, memiliki khasiat yang berbeda satu sama lain, yang pada dasarnya memiliki efek menyehatkan bagi tubuh dan kesehatan manusia.

Senada dengan Aznan, chief consultant High Desert Ivan Hoesada juga menyatakan bahwa khasiat perlebahan yang bisa dimanfaatkan kesehatan manusia sangatlah banyak.

Mulai dari madu yang memiliki komposisi molekul gula, air, mineral, vitamin, enzim, dan asam organik ini berkhasiat untuk antimikroba, antiseptik, meningkatkan stamina, membantu pencernaan dan penyembuhan tukak peptik, pemulihan fungsi syaraf, dan juga membantu mengobati luka bakar dan infeksi yang ditimbulkannya.

Serbuk lebah yang memiliki kandungan 16 vitamin dan sumber AA yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur dan susu sapi, bisa menyembuhkan alergi, pembengkakan prostat, pemulihan kemoterapi, melancarkan pencernaan makanan, meningkatkan sistem reproduksi, menghambat proses penuaan, hingga digunakan sebagai kosmetik.

Getah lebah yang mengandung unsur flavonoid, alkohol, cerroleine dan vitamin A memiliki efek antioksidan, menurunkan tekanan darah, melancarkan air seni, kholeretik, antialergi, dan juga bahan penobatan pasta, pil, dan lain sebagainya.

Lain lagi dengan susu lebah yang memiliki komposisi hampir sama dengan serbuk lebah ini, memiliki unsur pelembab, protein, mineral, karbohidrat, hormon, asetikolin, memiliki efek meningkatkan stamina, memperbaiki nafsu makan, meningkatkan antiviral propolis, memperlambat proses penuaan, memperbaiki jaringan kulit, meningkatkan daya konsentrasi, daya ingat, dan merangsang sistem syaraf, serta mengurangi depresi, dan mengatasi masalah hormonal.

Jika Anda memiliki masalah inflamasi (radang) atau sering kali jamuran, maka lem lebah (propolis) yang memiliki kandungan getah, balsam, minyak alami, serbuk lebah dan juga bioflavonoid, bisa dijadikan alternatif pengobatan.

Sementara itu, khasiat bisa atau sengat lebah hingga saat ini masih kontroversial. Ada yang mengatakan bisa mampu membentuk cortisan dan memproduksi interleukin, namun hal ini masih dianggap sebagai salah satu pengobatan yang tak efektif.

“Sebenarnya, sengat lebah bisa digunakan untuk meningkatkan sistem neurotransmisi lebih maksimal, sehingga bisa mengobati berbagai penyakit seperti rematik dan kanker misalnya,” ujar Aznan.

Pilih yang asli
Lebih lanjut Aznan menyebutkan setiap produk lebah memiliki komposisi dan khasiat yang berbeda. Madu dan serbuk lebah kaya akan karbohidrat dan juga asam amino. Sementara orang lebih banyak menggunakan getah lebah untuk pemakaian luar. Royal jelly memiliki kandungan asam aspartat yang bisa meningkatkan stamina tubuh.

Meskipun produk lebah memiliki banyak khasiat yang tinggi, namun kita harus berhati-hati dalam penggunaan terutama dalam memilih jenis produk lebah itu sendiri.

Hingga saat ini, masyarakat memang lebih akrab dengan produk lebah sejenis madu. Namun, memilih madu bukanlah mudah. Salah memilih madu yang tidak asli, bukan kebugaran dan kesehatan yang kita dapatkan, akan tetapi malah penyakit yang menghampiri tubuh kita.

Menurut Aznan, memilih jenis madu memang gampang-gampang susah. Pasalnya, saat ini memang banyak beredar madu palsu di pasaran. Ada beberapa cara untuk membedakan madu asli dengan madu palsu.

Yang pertama kita lihat adalah tingkat kekentalan madu tersebut. Jika madunya encer, maka sudah dapat dipastikan bahwa madu itu sudah mendapatkan campuran air. “Madu asli, untuk disendok pun agak susah, karena tingkat kadar airnya sedikit atau kurang dari 18%,” ujar Aznan.

Dengan tingginya kadar air dalam madu tersebut, tentu saja bisa menurunkan khasiat madu itu sendiri, karena telah terjadi fermentasi di dalamnya. Selain itu, madu asli berwarna pekat karena memiliki banyak kadar mineral, dan juga madu asli jarang bisa mengundang semut, karena dia kaya akan karbohidrat yang tidak membutuhkan insulin dalam penggunaannya. “Karena itu, madu tidak berbahaya untuk dikonsumsi oleh para penderita diabetes mellitus,” ujarnya.

Jika kita memilih produk madu yang palsu, ternyata bukan hanya penurunan khasiat yang bisa kita rasakan. Tetapi, menurut Aznan, juga bisa menimbulkan penyakit yang mematikan.

Penambahan pemanis buatan dalam produk madu, bisa menimbulkan kanker yang diakibatkan dari kandungan kimia dari pemanis buatan tersebut. Selain itu, pemakaian bahan kimia yang sering ditambahkan dalam berbagai produk lebah, menurut Aznan, bisa memicu peningkatan hormon steroid yang lambat laun bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti pengeroposan tulang, gula darah yang tidak teratur, hipertensi, hingga hancurnya ginjal Anda.

Untuk mengkonsumsi madu pun harus dibatasi keseimbangannya. Dosis ideal mengonsumsi madu adalah dua kali sehari dengan takaran satu sendok makan.

Madu tersebut juga bisa dicampur dengan segelas air, ujar Aznan.

Mengonsumsi madu lebih dari dosis yang tepat, menurut Aznan, bisa menyebabkan tubuh akan terasa panas dan konsentrasi bisa berkurang.

“Karena rasa manis dari madu ini bisa menimbulkan energi, nah kalau energinya terlalu banyak sementara aktivitas kita tidak banyak, maka tentu saja tubuh akan terasa panas karena banyak energi yang tidak keluar,” tandasnya. (redaksi@bisnis.co.id)

Oleh Mia Chitra Dinisari
Kontributor Bisnis Indonesia

Note:
Artikel serupa juga dimuat dalam Tabloid Senior edisi 17-24 November 2006, rubrik Gaya Hidup Sehat, halaman 25 dengan judul “Madu Aman Bagi Penderita Diabetes



25 November 2006 - Posted by | Artikle | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: